Jumat, 03 Oktober 2014

Kasian Dua Temanku

Secangkir kopi hitam ini yg sllu siap menemani ku, asal punya duit buat beli kopinya..dia siap kapan aja. Hehehh..

Kopi hitam dan rokok.
Banyak orang yg mempermasalahkan dua temen sejati ku ini. Banyak yg tidak suka dgn mereka. Bahkan menjelek-jelekan mereka..hehe..kita ambil contoh, banyak orang bilang kalo kopi hitam itu kejam bagi orang yg punya sakit maag. Hemm..perhatikan baik-baik kata2nya! Bukankah kata2 itu menjelekkan si kopi? Padahal apa salahnya dia? Dia gak pernah minta tuh orang yg sakit maag buat meminumnya, dia jg gak ngemis2 ke orang2 buat membeli dan menyeduhnya utk di minum. Jadi, siapa yg salah disini? Menurutku..sahabatku yg satu ini tidak salah, org yg berpenyakit maag itu yg salah..sudah tahu gak boleh minum kopi tp masih aja di minum jg. Jadi ku mohon, stop menyalahkan sahabatku! Hehehe...

Untuk sahabat ku yg satu lagi, huhh..sungguh lebih tragis keadaanmu kawan. Aku kasian dgn mu..
Kamu sllu jadi kambing hitam dr banyak hal, dari polusi, penyakit, nyampah..dan banyak hal lainnya. Bahkan ada beberapa orang yg sangat tidak suka sama kamu, sampai-sampai jijik sama kamu kawan. Haaduhh..
Padahal sama dgn si kopi, toh kamu hanya sebuah produk barang dagangan. Kenapa harus di salahkan? Sekali lagi, orang yg membeli teman2 ku itu harusnya yg di salahkan.

Jadi jelaskan sudah..teman2 ku tidak bersalah. Kalau mau salahkan, salahkan si pemakai atau peng-konsumsi mereka. Akibat buruk yg ditimbulkan oleh kedua temanku, baik untuk diri si peng-konsumsi atau orang dan lingkungan sekitar..adalah konsekwensi yg harus di terima olehnya.
Semua berawal dari diri sendiri..maka pinter-pinter lah mencari apa yg baik untukmu dan orang2 sekitar mu.

Seperti halnya aku, aku terlanjur mencintai mu..terlanjur suka padamu. Tapi, mungkin kamu berbahaya untukku. Sudah tahu berbahaya, tapi aku masih ingin dekat dgn mu. Apa yg terjadi padaku? Kalau ku pikirkan..mungkin kamu mirip dgn kedua temanku. Aku blm bisa meninggalkan mu seperti halnya aku blm bisa meninggalkan kedua temanku. Tapi, aku rasa kamu belum lah sebaik kedua temanku, apa mungkin sama? Kalau aku punya uang untuk "membeli" mu, maka kamu akan setia menemani ku.
Hehehe..kamu tdk seperti kedua temanku. :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar