Jumat, 24 Juli 2015

Niat Menikah

Dalam kitab Tasbitul Fu’ad, Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menyebutkan tentang adanya penyakit yang menimpa banyak anak kecil pada saat itu, sehingga banyak diantara mereka yang meninggal dunia.

Mengomentari hal tersebut, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad mengatakan, ”Mungkin berjatuhannya korban kematian mereka itu disebabkan beberapa perkara, seperti ketidak beresan yang terjadi dalam pernikahan orangtua mereka walaupun kita tidak mengatakan itu sebagai zina, atau mungkin juga disebabkan karena kurang peduli dengan kesucian ketika bersetubuh serta adab-adabnya, seperti dzikir dan sebagainya.

Kenapa orang-orang zaman sekarang jauh dari niat-niat yang mulia dalam melaksanakan pernikahan? Mereka sangat lalai akan hal ini, bahkan dari niatan yang minimal sekalipun, yaitu untuk melaksanakan sunnah atau menjaga diri dari kemaksiatan atau menjaga mata dari yang haram. Kebanyakan diantara mereka niatnya sebatas melampiaskan syahwat. Hingga kalaupun mereka memperoleh anak, yang terlahir hanyalah keturunan yang membuat mereka lupa dan lalai kepada ALLAH.

”Niat" memang memiliki posisi sangat istimewa dalam ajaran islam. Kali ini, kita membicarakan niat terkait dengan salah satu tahapan kehidupan yang selalu dilewati oleh setiap orang, yaitu pernikahan.

Dalam hal ini, para ulama menyarankan kepada setiap orang yang menikah agar meniatkannya dengan niat-niat sebagai berikut:

1. Saya menikah dengan niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW.

2. Saya menikah dengan niat untuk menjaga mata dari pandangan yang haram.

3. Saya menikah dengan niat untuk mendapatkan keturunan yang dapat memperbanyak jumlah umat islam.

4. Saya menikah dengan niat untuk meraih kecintaan ALLAH dengan berusaha mendapatkan keturunan yang bisa melanjutkan generasi umat manusia.

5. Saya menikah dengan niat untuk meraih kecintaan Nabi Muhammad SAW demi memperbanyak umatnya yang berkualitas hingga kelak di hari kiamat Rasulullah SAW bangga dengan hal tersebut. Dalam hadits disebutkan, “Menikahlah dan perbanyaklah keturunan! Sebab aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain kelak di hari kiamat.”

6. Saya menikah dengan niat untuk memperoleh keberkahan dari do’a yang dipanjatkan seorang anak shalih setelah saya wafat kelak, sekaligus berharap pertolongan dan syafa’at dari anak-anak tersebut jika mereka meninggal ketika masih kecil.

7. Saya menikah dengan niat untuk menjaga kehormatan istri dan memenuhi kebutuhannya, serta berniat untuk mencukupi nafkah istri dan anak-anak.

8. Saya menikah dengan niat untuk menjaga diri dari setan, menghilangkan kerinduan dan kecenderungan syahwat yang negatif, menjaga kemaluan dari perbuatan hina, menjaga pandangan, dan mengusir rasa was-was.

9. Saya menikah dengan niat untuk menyenangkan dan membahagiakan diri dengan cara duduk bersama pasangan atau memandang serta yang lainnya, agar bisa bertambah giat dan lebih tenang dalam beribadah.

10. Saya menikah dengan niat untuk mengurangi kesibukan hati dalam mengatur rumah, mengerjakan pekerjaan dapur, menyapu dan membersihkan perabotan, serta mendapatkan kemudahan hidup.

11. Saya menikah dengan niat untuk melatih diri dalam hal bertanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangga, berusaha memenuhi kebutuhan istri, sabar atas kelakuan dan keburukan mereka, berusaha memperbaiki akhlaq mereka, membimbing mereka kepada kebaikan, mencari rizqi yang halal untuk mereka, serta menjalankan kewajiban dalam mendidik anak-anak dengan pertolongan ALLAH.

12. Saya menikah dengan niat pada semua niat tersebut dan niat lainnya dari semua yang saya curahkan, saya ucapkan, dan saya kerjakan, dalam urusan pernikahan ini, karena ALLAH SWT.

13. Saya menikah dengan niat seperti yang telah diniatkan oleh para hamba ALLAH yang shalih dan para ulama yang mengamalkan ilmunya.

(Kemudian berdo’a)

“Yaa ALLAH, berikan taufiq kepadaku seperti halnya Engkau memberi taufiq kepada mereka, dan tolonglah aku seperti halnya Engkau telah menolong mereka.

”Semoga ALLAH memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua

Aamiin☺

Selasa, 09 Juni 2015

Sungguh aku bingung terhadap diriku. Bingung dgn apa yg ada di depanku, yg di belakangku, dan apa yg berlalu meninggalkan ku. Tak dapat ketemui jalanku. Bagaimana aku?

Jumat, 05 Juni 2015

Bocah Misterius di Bulan Ramadhan

Bocah Misterius di Bulan Ramadhan

Beberapa tahun silam saya menemukan di sebuah milis posting menarik dan menggugah bertajuk“Bocah Misterius”. Karena itu saya merasa perlu mempublishnya lagi di Ramadhan ini.
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua.
Sungguh menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Seorang pengurus masjid mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!
Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma, ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.
Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.
“Ada apa bapak melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak kecil itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi, dan tiba tiba berkata dengan lantang.
“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua!
Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?!
Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.
Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
“Ketahuilah pak.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru bapak dan orang-orang di sekeliling bapak lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?
Pak.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Pak.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!
Pak.., sadarkah Bapak akan ketidak abadian harta?
Sadarkah apa yang terjadi bila bapak dan orang-orang sekeliling bapak tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya bapak dan orang-orang di sekeliling bapak bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat..
Tahukah Bapak akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?
Pak.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.
Jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun,
Jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”
Entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.
Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang, entah mau dipercaya orang atau tidak, ia ingin sekali menjelaskan hikmah perkataan bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.[kaskus]

Senin, 13 April 2015

Qosidah Nabiyyil Huda

Teks Qosidah Nabiyyil Huda

هذه القصيده نبي الهدى لا تنسنى
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Nabiyyal Huda La Tansani, Qosidah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad

نبي الهدی لا تنسني من شفاعة

Nabiyyal hudâ lâ tansanî min syafâ’atin (Ya Rosuulallah)
Wahai Nabi sang pembawa hidayah.. Janganlah lupakanku dari syafa’atmu

فإني مسيء مذنب ذو جرائر

Fa innî musî-un mudznibun dzû jarô-iri
Sungguh aku adalah seorang yang buruk, berdosa dan banyak kekurangannya

الا يا رسول الله عطفا ورحمة

Alâ yâ Rosûlallâhi ‘athfan wa rohmatan
Ya Rasulallah, berlemah lembutlah dan kasihanilah..

لمسترحم مستنظر للمبارر

Li mustarhimin mustandhirin lil mabâriri
seseorang yang mencari belas kasihan dan menunggu kebaikan ini

الا يا حبيب الله غوثا وغارة

Alâ yâ habîballâhi ghoutsan wa ghôrotan
Duhai kekasihnya Allah, Jadilah sang penolong dan hampirilah..

لذی کربة مسودة گالدياجر

Lidzî kurbatin muswaddatin kad-dayâjiri
ia yang menanggung derita, menghitam bagai orang mabuk yang kelimpungan

ألا يا خليل الله نجدة ماجد

Alâ yâ kholîlallâhi najdata mâjidin
Wahai yang dicintai Allah, kau lah penolong yang mulia

گريم السجايا گاشفا للمعاسر

Karîmis-sajâyâ kâsyifân lil ma’âsiri
Mulia perangaimu, engkau pelipur bagi segala lara

ألا يا أمين الله أمنا لخائف

Alâ yâ amînallâh amnân li khô-ifin
Duhai yang dipercaya Allah, kaulah ketentraman bagi seorang penakut..

أتى هاربا من ذنبه المتگاثر

Atâ hâribân min dzanbihil mutakâtsiri
yang datang berlari karena tumpukan dosa

ألا يا صفي الله قم بي فإنني

Alâ yâ shofiyyallâhi qum bî fa innanî
Wahai orang yang dibersihkan Allah, belailah kami

بکم وإليکم يا شريف العناصر

Bikum wa ilaikum yâ syarîfal ‘anâshiri
Karena hanya padamu kami bersandar dan mengadu, wahai orang yang mulia unsur unsurnya

وسيلتنا العظمی إلی الله أنت يا

Wasîlatunâl ‘udhmâ ilâllâhi anta yâ..
Penghubung teragung antara kami dengan Allah, hanyalah dirimu duhai..

ملاذ الوری من کل باد وحاضر

Malâdzal warô min kulli bâdin wa hâdliri
duhai tempat perlindungan bagi setiap makhluk di perkampungan dan perkotaan

و يا غوث کل المسلمين و غيتهم

Wa yâ ghoutsa kullil muslimîna wa ghoitsahum
Wahai yang menjadi penolong setiap orang muslim, sang penolong..

و عصمتهم من کل خوف وضائر

Wa ‘ishmatahum min kulli khoufin wa dlô-iri
yang mengayomi mereka dari segala ketakutan dan marabahaya

حمی الله أرضا حل فيها ضريحك

HamâAllâhu ardlôn halla fîhâ dlorîhukal-
Semoga Allah memelihara bumi yang ditempati pusaramu..

المعظم يا تاج العلا والمفاخر

al-Mu’adhdhomu yâ tâjal ‘ulâ wal mafâkhiri
..nan mulia, wahai mahkota yang luhur dan pemilik kebanggaan

إلی االمصطفی المختار صفوة ربه

Ilâl Mushthofâl mukhtâri shofwati robbihi
Untuk al-Mushthofâ sang nabi terpilih yang disucikan Tuhannya

و صاحبه الصديق خير مؤازر

Wa shôhibihish-Shiddîqi khoiri mu-âziri
Dan seorang sahabatnya yang jujur benar, sebaik baik penolongnya

ولا تنس مولانا أبا الحسن الرضی

Wa lâ tansa mawlânâ abâl hasanir-ridlô
Dan jangan lupakan ayahanda al-Hasan, Ali ar-Ridho

وإن گان گم يدفن بتلك المقابر

Wa in kânâ lam yudfan bitilkal maqôbiri
Meski ia tak dimakamkan disana

فأستغفر الله العظيم لزلتي

Fa astaghfirullâhal ‘adhîma lizallatî
Maka aku memohon ampun kepada ALLAH Yang Maha Agung atas kekeliruanku

و عجزي وتقصيري و عظم جرائري

Wa ‘ajzî wa taqshîrî wa ‘udhmi jarô-irî
Atas kelemahanku, atas kecerobohanku dan besarnya kesalahanku

و أسأله توفيقا وأمنا ورحمة

Wa as-alhu tawfîqon wa amnân wa rohmatan
Aku memohon kepada Nya petunjuk, kesejahteraan dan kasih sayang..

و لطفا و يسرا گاشفا للمعسر

Wa luthfân wa yusrôn kâsyifân lil ma’âsiri
Dan kelembutan beserta kemudahan yang menyingkapkan segala kesulitan

Rabu, 08 April 2015

Qulul qulub

Qulul qulub
Qulul qulub iIlal habibi tammilu … x2
Wama’i biza lika shaahidun
Shaahidun wa dalilu
Ammad dalilu iza zakhartum ul Muhammadan
Sarath dum ‘ul arsyikina at tarsilu

Hazal Rasulullah
Hazal Rasulullah
Hazal Mustaffa
Haza li Rabbil Alamina Khaliluq

Reff#1

al-Madad, al-Madad,al-Madad!
Ya Rasul Allah!
al-Madad, al-Madad,al-Madad!
Ya Habib Allah!

════════════

Robbi faj’al mujtama’nâ
Ghôyatuh khusnul khitâmi
Wa’thinâ mâ qod sa-alnâ
Min ‘athôyâ kal jisâm
(back to #1)

════════════

Wakrimil arwaha minnâ
Billiqô khoiril anâm
Wablighil mukhtâro ‘annâ
Min sholâtin wa salâm (back to #1)

════════════

Reff#2

Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Rasul Allah!
Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Habib Allah!

════════════

Sidi Sahibal-hadra
‘akrima minka bi nazra
Sidi ya aba az-Zahra
wal Qasim wa ‘Abdi-Llah
(back to #2)

════════════

Sidi Anta al-habib
bi zikrik qalbi yatib
Sidi hasha yakhib
man laza bi Rasul’Llah (back to #2)

════════════

Sidi Antal Mukhtar
bi-majik tujla qadar
Sidi ajirna min naar
bi jahik ya Rasul Allah(back to #2)

════════════

Ya Rabbi bihim wabiaalihim,
‘Ajjil bin nashri wa bilfaraji…3x

Kamis, 02 April 2015

Qosidah Marhaban Ya Syahru Romadhon

Teks Qosidah Marhaban Ya Syahru Romadhon

ﺗﺮﺣﻴﺐ ﺭﻣﻀﺎﻥ

Tarhib Ramadhan
¤¤ ¤¤ ¤¤ ¤¤ ¤¤ ¤¤ ¤¤

مرحبا يا شهر رمضان مرحبا شهر العبادة
مرحبا يا شهر رمضان مرحبا شهر السعادة

Marhabân yâ syahro romadlôn Marhabân syahrol ‘ibâdah..
Marhabân yâ syahro romadlôn Marhabân syahros-sa’âdah.

Selamat datang wahai bulan Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ibadah, Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan,

مرحبا يا زاهر الآن فی المجالي بالزيادة
للأخلا قرة أعيان أنت يا شهر الإفادة

Marhabân yâ zâhirol ãn fîl majâlî bizziyâdah..
Lil akhillâ qurroh a’yân anta yâ syahrol ifâdah.

Selamat datang wahai yg tiba dengan cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah, Bagi para kekasih Allah engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yg penuh dg keberuntungan,

أنت سيد کل الأحيان واليتيمة فی القلادة
مرحبا ياشهر الإحسان والصفا والإستفادة

Anta sayyid kullil ahyân wal yatîmah fîl qulâdah.
Marhabân yâ syahrol ihsân washshofâ wal istifâdah.

Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan Kepala Mutiara bagi kalung kehidupan, Selamat datang bulan kemuliaan, kesucian dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat ,

أنت بهجة کل من گان حاز من تقواه زادهکل مسلم فيك نشطان فی التوجه للعبادة

Anta bahjatu kulli man kân hâza min taqwâhu zâdah.
Kullu muslim fîka nasythôn fît-tawajjuh lil’ibâdah

Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya, beruntunglah barangsiapa yg taqwanya bertambah, Setiap muslim giat di hari harimu dalam semangat beribadah.

و عن الآثام گسلان وله الطاعات عادةفی تراويح وقرآن قد جفا نوم القعادة

Wa ‘anil âtsâmi kaslân wa lahuth-thô’ât ‘âdah.
Fî tarôwîhin wa qur-ãn qod jafâ naumal qu’âdah..

Dan mereka (di bulan ramadhan) malas berbuat dosa,dan bagi mereka ketaatan pada Allah menjadi adat kebiasaan, Dalam shalat tarawih dan Alqur’an, telah sirna kantuk orang yg malas shalat malam ,.

وصلاة الواحد المان من حبا النعمة عبادة
تتغسی فخر عدنان. وگذا الآل الإجادة

Wa sholâtul wâhidil mân man habân-ni’mah ‘ibâdah.
Tataghosysyâ fakhro ‘adnân wa kadzâl ãlal ijâdah.

Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah, Yang Maha Memberi kenikmatan dalam beribadah dan pula segenap keluarga yg mulia, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulia mulia para syuhada,

Kamis, 19 Maret 2015

Qasidah Huwannur

Qosidah HuwanNur karya nan indah Al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi.
Terjemahan oleh:
Al-Habib Munzir bin Fuad Al~Musawa

هو النور يهدی الحائرين ضياؤه

Huwan-nuuru yahdiil haa-iriina dliyaa-uhu
Dialah Nabi saw Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang

وفى الحشر ظل المرسلين لواؤه

Wa fiil hasyri dhillul mursaliina liwaa-uhu
Di padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan

تلقی من الغيب المجرد حکمة

Talaqqoo minal ghoibil mujarrodi hikmatan
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun

بها أمطرت فی الخافقين سماؤه

Bihaa amthorot fil khoofiqoini samaa-uhu
Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) disegala penjuru barat dan timur

و مشهود أهل الحق منه لطائف

Wa masyhuudu ahlil haqqi minhu lathoo-ifun
Para saksi dari para ahli makrifah yang dalam kebenaran, menyaksikan dari beliau saw kasih sayang dan kelembutan-kelembutan

تخبر أن المجد والشأ وشاؤه

Tukhobbiru annal majda wasysya, wasyaa-uhu
Dikabarkan sungguh apa yang terjadi adalah dengan keinginanmu (saw)

فلله ما للعين من مشهد اجتلا

Fallillaahi maa lil’aini min masyhadijtilaa
Padaku penglihatan apa apa yang kusaksikan sangatlah berpijar luhur,

يعز علی أهل الحجاب اجتلاؤه

Ya’izzu ‘ala ahlil hijaabijtilaa-uhu
Menundukkan para pemilik kemuliaan yang masih tertutup penglihatannya dari pandangan keluhuran ini,

أيا نازحا عني ومسگنه الحشا

Ayaa naazihaan ‘anniy wa maskanuhul hasyaa
Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam,

أجب من ملا کل النواحی نداؤه

Ajib man malaa kullan-nawaahiy nidaa-uhu
Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi saw) yang memenuhi segala penjuru,

أجب من تولاه الهوی فيك وامض في

Ajib man tawallaahul hawaa fiika wamdli fiy
Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu padamu (saw), dan mengalir pada-

فؤادي ما يهوی الهوی ويشاؤه

Fu-aadiya maa yahwaal hawaa wa yasyaa-uhu
Sanubariku apa apa yang dirindukan sanubari ini danyang ia (diriku) dambakan

بنی الحب فی وسط الفؤادی منازل
ا
Banal hubbu fiy wasthil fu-aadi manaazilaan
Cinta membangun istana agung di dalam hati yang terdalam

فلله بان فاق صنعا بناؤه

FaLillaahi baanin faaqo shun’an binaa-uhu.
Demi Allah, sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di antara bangunan (tempat) yang lain

بحکم الولا جردت قصدي وحبذا

Bihukmil walaa jarodtu qosdiy wa habbadzaa
Dengan keputusan pasrah kubiarkan yang lainnya berlalu dari semua keinginanku, dan alangkah indahnya sang baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya

موال أراح القلب منه ولاؤه

Muwaalin aroohal qolba minhu walaa-uhu
sang baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya

مرضت فگان الذکر برءا لعلتي

Maridltu fakaanadz-dzikru bur-an li’allitiy
(Jika) aku sakit, maka menceritakan tentangnya (saw) adalah obat bagi penyakitku

فيا حبذا ذکرا لقلبي شفاؤه

Fayaa habbadzaa dzikroon liqolbiy syifaa-uhu
Sungguh indah, menyebutnya adalah obat bagi hatiku

إذا علم العشاق دائی فقل لهم

Idzaa ‘alimal-‘usyaaqu daa-iy faqul lahum
Jika para perindu mengetahui penyakitku, maka katakan kepada mereka

فإن لقا أحباب قلبي دواؤه

Fa Inna liqoo ahbaabi qolbiy dawaa-uhuSesungguhnya perjumpaan dengan kekasih hati itulah obatnya

أيا راحلا بلغ حبيبي رسالة

Ayaa roohilaan balligh habiiby risaalatan
Wahai orang yang berjalan (ke Madinah) sampaikan lembaran cinta kepada kekasihku (saw)

بحرف من الأشواق يحلو هجاؤه

Biharfin minal asywaaqi yahluu hijaa-uhu
Dengan indahnya ejaan huruf-huruf kerinduan

و هيهات أن يلقی العذول إلی الحشا

Wa haihaata an yalqol-‘adzuulu ilaal-hasyaa
Maka sulitlah bagi yang memusuhi cinta ini sampai kebatas yang tak mungkin, mencapai jalan kebenaran dengan memujinya (saw) dan mengucapkan padanya (saw)

سبيلا سواء مدحه وهجاؤه

Sabiilaan sawaa-un mad-huhu wa hijaa-uhu
mencapai jalan kebenaran dengan memujinya (saw) dan mengucapkan padanya (saw)

فؤادي بخير المرسلين مولع

Fu-aadiy bikhoiril mursaliina muwalla’un
Jiwaku terbakar (karena cinta) dengan sebaik-baik utusan

وأشرف مايحلو لسمعي ثناؤه

Wa asyrofu maa yahluw lisam’iy tsanaa-uhu
Dan yang terindah di pendengaranku adalah mendengar pujiannya

رقی في العلی والمجد أشرف رتبة

Roqoo fiil ‘ulaa wal majdi asyrofa rutbatin
Mulia dalam tanga tanga keluhuran, semulia-mulia tingkatan yang semakin luhur

بمبداه حار الخلق گيف انتهاؤه

Bimabdaahu haarol-kholqi kaifantihaa-uhu
Dalam awal cinta dan rindu pada beliau saw akan muncul hangat membara dihati makhluk, maka bagaimana keadaan yang telah mencapai puncaknya

أيا سيدي قلبي بحبك بائح

Ayaa sayyidiy qolbiy bihubbika baa-ihun
Wahai tuanku, hatiku lebur dengan kecintaan kepadamu

وطرفي بعد الدمع تجري دماؤه

Wa thorfiya ba’dad-dam’i tajriy dimaa-uhuMata ini niscaya menangis darah setelah air mata mengering dan tak mengalir

إذا رمت کتم الحب زادت صبابتي

Idzaa rumta katmal hubbi zaadat shobaabatiy
Jika engkau sembunyikan cinta maka akan bertambah kecintaanku dan airmataku

فسيان عندي بثه و خفاؤه

Fasiyyaani ‘indii batstsuhu wa khofaa-uhu
Maka sama saja bagiku, kuungkapkan cinta itu atau kusembunyikannya

أجب يا حبيب القلب دعوة شيق

Ajib yaa habiibal qolbi da’wata syayyiqin
Jawablah seruan kerinduan ini wahai kekasih hati

شگی لفح نار قد حوتها حشاؤه

Syakaa lafha naarin qod hawat-haa hasyaa-uhu
Rintihan api kerinduan telah menyelimuti lubuk hatiku

ومر طيفك الميمون في غفلة العدا

Wa mur thoyfakal maymuuna fii ghoflatil ‘idaa
Maka lewatkanlah keindahan dan kelembutanmu saat hamba hamba ummatmu (saw) yang tenggelamdalam kelupaan

يمر بطرف زاد فيك بکاؤه

Yamurru bithorfin zaada fiika bukaa-uhu
Lintasan keindahan dan kemuliaanmu yg membuat berlindangnya airmata

لي الله من حب تعسر وصفه

LiyaAllaahu min hubbin ta’assaro washfuhu
Duhai Allah, sungguh sulit cinta ini diungkapkan

ولله أمري والقضاء قضاؤه

Wa lillaahi amrii wal-qodloo-i qodloo-uhu
Semua ini hanya kepada Allah kupasrahkan Karena ketentuan adalah ketentuan Nya

فيا رب شرفني برؤية سيدي

Fa yaa robbi syarrifniy biru,yati sayyidiy
Ya Allah, muliakanlah aku dengan memandang tuanku (sayyidina Muhammad)

وأجل صدی القلب الگثير صداؤه

Wa ajli shodal qolbil katsiiri shodaa-uhu
Dan bersihkanlah hati yang penuh dengan kekeruhan ini

وبلغ عليا ما يروم من اللقا

Wa balligh ‘aliyyan maa yaruumu minalliqoo
Dan sampaikanlah pada diriku (Al Habib Ali Al Habsyi) pada puncak harapan untuk berjumpa

بأشرف عبد جل قصدي لقاؤه

Bi-asyrofi ‘abdin jullu qoshdii liqoo-uhu
Dengan semulia-mulia hamba, dan perjumpaan dengannya adalah segala tujuanku

وعليه صلاة الله ماهبت الصبا

Wa ‘alaihi sholaatullaahi maa habbatish-shobaa
Atasnya curahan shalawat selama angin berhembus

وما أترب الحادی فطاب حداؤه

Wa maa atrobal-haadii fathooba hidaa-uhu
Sebanyak asyik merdunya qasidah pujian yang memadukan cinta padamu (saw), maka semakin indahlah pujian yang menyatukan hati dalam cinta padanya (Saw)

مع الآل والأصحاب ماقال منشد

Ma’al aali wal-ash-haabi maa qoola munsyidunBeserta keluarga, sahabat dan yang diucapkan oleh munsyid (pembaca qasidah)

هو النور يهدي الحائرين ضياؤه

Huwannuuru yahdiil haa-iriina dliyaa-uhu
Dialah pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang bimbang..